The Day After Tomorrow

Raka Djati Permana - Firda Rizki Utami (@Da_Ra) 290813 Dara Rizta Permata :D


Karya : Raka Djati Permana - Firda Rizki Utami
@Da_Ra
290813
Dara Rizta Permata :)

The Day After Tomorrow 

 

Hari yang membosankan datang lagi dan lagi. Kalau ditanya apa keinginanku saat ini, aku pengen amnesia. Aku juga tidak tau keinginan itu datang dari mana. Yang pasti aku ingin melupakan seseorang yang pernah aku sayangi dan aku cintai. Panggil saja namanya Firda. Mungkin dia tidak tau kalau aku mencintainya. Mungkin salah satu dari tujuan hidupku adalah bisa hidup bersamanya sampai kapanpun itu. Mungkin hal itu sangat mustahil bagiku, karena aku bukan tipe cowok idamannya dan mungkin dia juga gak mencintaiku. Entah bagaimana bisa aku menyayangi perempuan tersebut. Tapi, aku maih duduk di kelas 9 SMP dan waktuk masih sangat panjang. Tanpa kusadari tiba-tiba guruku menegurku :

“Melamun terus...” Kata guruku

Pada saat guruku berbicara seperti itu, aku masih asyik memikirkan Firda. Aku pun baru tersadar setelah teman sebangku menginjak kakiku. Teman-temanku menoleh kearahku, kecuali Firda. Waktu yang kutunggu-tungu telah datang, saatnya kembali ke surga duniaku. Tak berselang lama aku sedikit mendengar perkataan Firda bersama sahabtanya, sebut saja Ayuk.

“Yuk, cowok itu ganteng juga” kata si Firda

“Mmm, Yoga?” jawab Ayuk

Tak berlangsung lama aku langsung pergi meninggalkan mereka berdua yang lagi asyik ngomongin seseorang. Hatiku langsung sakit mendengar perkataan tersebut. Akupun langsung berlari ke tempat parkir sepeda dengan menahan air mataku ini. Sesampainya di rumah ada sepucuk surat yang menempel di pintu kamarku yang berisi seperti ini :

“Ayah, Ibu sama kakakmu pergi ke Semarang untuk mengantar kakakmu kuliah. Kalau mau makan tinggal buat mie yang ada di dapur.”

Yah, ini mungkin adalah salah satu hari tersialku. Pada keesokan harinya Firda terlihat senang tidak sepertinya. Mungkin aku berpikir bahwa Firda sudah mendapatkan pacar atau laki-laki yang ia cari.

Disaat aku lagi berbicara sama sampingku, aku tidak sengaja melihat tulisan yang ada di tangannya Firda. Aku mencoba untuk melihatnya tulisan yang ada di tangannya Firda dengan mataku yang agak min dan tidak menggunakan kacamata. Kacamataku tertinggal di meja belajar. Aku meminta tolong sama depanku yang kebetulan perempuan dan teman dekatnya Firda, panggil saja namanya Irin.

“Oi” sahutku

“Apa?” jawabnya

“Eh, lihatin tulisan yang ada di tangannya Firda?”

Tanpa banyak bicara Irin pun berjalan ke tempat duduknya Firda yang kebetulan tidak jauh dari tempat dudukku. Dengan alasan mau bicara tentang suatu hal, Irin sedikit demi sedikit melirik tulisan yang ada ditangan Firda.

Tak berlangsung lama Irin kembali ke tempat duduknya dan menulis sesuatu diselembar kertas.

“Nih ka tulisan yang ada ditangannya Firda” kata Irin

Setelah Irin menulisnya diselembar kertas aku merasa kaget membacanya. Tulisannya seperti ini “YoFi Forever”. Mungkin itu adalah singkatan dari namanya dan nama pacarnya. Aku bertanya lagi kepada Irin :

“YoFi itu apa? ___Firda?” kataku dengan rasa penuh curiga

“Mungkin itu Yoga, karena aku kemarin mendengar Firda sama Ayuk ngomongin tentang Yoga” jawabnya agak kebingungan

“Oh, oke” jawabku dengan agak sedih

“Jangan Galau ka...” kata Irin dengan menyemangatiku

Aku gak menjawab perkataan Irin. Mungkin Firda sudah menemukan apa yang ia inginkan. Sudah usailah keinginanku untuk mendapatkan Firda. Aku berusaha untuk tidak selalu memikirkannya terus. Tanpa kusadari aku sudah melupakan Firda beberapa hari. Tapi, aku teringat lagi ketika Firda sms aku. Aku mencoba untuk tidak membuka smsnya. Tapi, karena aku masih menyanyanginya, aku membuka smsnya dan kemudian kita smsan seperti biasa. Pada suatu sore Firda sms aku dan mengajak untuk pacaran sama aku.

“Ka, mau gak kamu jadi pacar aku?” sms dari Firda yang bikin membuatku kaget

“Maaf fir, aku malu ditembak sama perempuan dulu. Kapan-kapan aja yah” Aku berusaha untuk menolaknya dengan alasan kalau aku malu ditembak sama perempuan.

Hari-hariku dipenuhi rasa penyesalan. Aku pun mulai bertanya-tanya, Apakah Firda mencintaiku juga?. Aku mulai bertanya kepada sahabat-sahabatnya Firda bernama Diah yang sering aku panggil dengan nama DAP.

“DAP?” sahutku dengan nama singkatnya

“Apa ka?” jawab Diah

“Apa Firda mencintaiku?” jawabku

“Mungkin dia udah melupakanmu, tanya saja sama Firda langsung” jawabnya sambil melihat ke arah Firda yang sedang membaca sebuah novel.

“Malu aku” jawabku dengan agak tertawa

“Eleh” jawabnya

Aku sedikit tidak percaya sama jawabannya. Firda kalau sekarang udah melupakanku kenapa dia pernah ngajak pacaran aku dulu? Itulah pertanyaan yang sering menghantui pikiranku. Pada sore hari setelah pulang sekolah tepatnya pada tanggal 29 Agustus aku smsan sama Firda

“Fir?” smsku dengan mengawali pembicaraan

“Dalemt... ” balasnya sambil memasukkan emoticon smile

“Mau gak kamu jadi pacar aku?” balasku dengan sms yang asal kirim. Setelah smsku itu terkirim, aku segera mematikan Hpku. Hanya sekitar 5 menit Hpku kuhidupkan kembali. Ada sms dari Firda.

“Mau ka” balasnya

Akhirnya aku bisa mendapatkan Firda. Tapi, ada satu hal yang menjadi pertanyaan aku sampai saat ini, apakah Firda setia sama aku? Mungkin hanya waktu yang dapat menjawabnya. Sekarang hari-hariku sudah berwarna. Aku mulai menjalani hidupku bersamanya. Yah, tapi mungkin kita akan berpisah karena kita sudah kelas 9 dan mau lulus SMP. Firda mau melanjutkan sekolahnya di Surabaya, kota yang pernah Firda tinggali selama beberapa tahun. Dan aku juga mungkin tidak di kota Kudus, mungkin aku ke Pati atau ke Semarang. Cuman sebelum aku berpisah dengannya, aku ingin mengatakan sesuatu : “Jaga dirimu baik-baik disana, ingat aku selalu, aku selalu ada di dekatmu”. Semoga aku masih mempunyai umur panjang dan dapat dipertemukan lagi dengannya. Hanya sekedar dipertemukan saja itu lebih dari sekedar cukup, walaupun Firda sudah bersama orang lain. Amin

Selesai 

Raka Djati Permana - Firda Rizki Utami
(@Da_Ra) 
290813 
Dara Rizta Permata :)

ads

Ditulis Oleh : Raka Djati Hari: 01.07 Kategori:

0 komentar: